5 Pemain Sepak Bola Juara Piala Dunia Tanpa Trofi Club

Juara Dunia Tanpa Mahkota Klub: 5 Pesepak Bola yang Menang Piala Dunia tapi Hampa Trofi Sepanjang Karier

Dalam sepak bola, takdir kerap bermain dengan cara yang tak terduga. Ada pemain yang menumpuk piala di level klub dan menutup karier dengan kejayaan Piala Dunia. Ada pula yang gemilang bersama klub, namun tak pernah merasakan manisnya gelar tertinggi antarnegara.

Namun, kisah paling unik justru datang dari mereka yang menjuarai Piala Dunia tanpa pernah mengangkat satu pun trofi besar di level klub. Mereka mungkin bukan legenda utama di buku sejarah, tapi namanya tercatat sebagai juara dunia—sebuah status yang hanya bisa diraih segelintir pesepak bola di muka bumi.

Dilansir dari berbagai sumber internasional, berikut lima pemain yang menjadi juara Piala Dunia, meski karier klubnya nyaris tanpa mahkota.


Jimmy Armfield remembered: "Dad kept his World Cup winners' medal in a Tesco bag. It was in the loft with his caps..."

1. Jimmy Armfield (Inggris – 1966)

Jimmy Armfield merupakan bagian dari skuad legendaris Inggris yang menjuarai Piala Dunia 1966. Meski tidak tampil di turnamen tersebut, statusnya sebagai anggota skuad tetap memberinya medali juara dunia.

Ironisnya, sepanjang karier klubnya yang sangat setia bersama Blackpool—lebih dari 600 penampilan dalam 17 tahun—Armfield tak pernah mencicipi trofi besar. Ia datang satu musim setelah Blackpool menjuarai Piala FA 1953, satu-satunya trofi besar klub itu.

Nasib serupa berlanjut saat menjadi pelatih Leeds United. Ia membawa tim ke final Piala Eropa 1975, namun kalah kontroversial dari Bayern Munchen. Juara dunia sebagai pemain, tapi nihil piala di klub—sebuah paradoks klasik sepak bola.


Uwe Bein - FIFA Weltmeisterschaft 1990 - Deutschland / Germany

2. Uwe Bein (Jerman Barat – 1990)

Nama Uwe Bein kerap tenggelam di balik sorotan Rudi Völler, Jürgen Klinsmann, dan Lothar Matthäus. Padahal, ia starter dalam empat laga Piala Dunia 1990, meski tak dimainkan di final.

Di level klub, Bein dikenal sebagai playmaker elegan Bundesliga bersama Köln, Hamburg, dan Eintracht Frankfurt. Ia empat kali masuk Tim Terbaik Bundesliga dan tiga kali menjadi top assist liga.

Namun, konsistensi dan kualitas itu tak pernah berujung trofi besar. Bein tetap pensiun sebagai juara dunia—tanpa satu pun gelar klub yang bisa dipamerkan.


Simone Barone - Wikipedia
3. Simone Barone (Italia – 2006)

Simone Barone mungkin salah satu nama paling “terlupakan” dalam skuad Italia 2006. Gelandang pekerja keras ini bukan bintang, tetapi berperan penting sebagai pelapis yang memberi keseimbangan taktik bagi Marcello Lippi.

Ia tampil saat Italia mengalahkan Republik Ceko dan Ukraina, membantu Azzurri melaju hingga akhirnya juara dunia di Berlin.

Karier klub Barone sepenuhnya dijalani sebagai pemain pengembara Serie A—Chievo, Parma, Palermo, Torino, hingga Cagliari—tanpa pernah mendekati trofi. Piala Dunia 2006 pun menjadi satu-satunya mahkota dalam karier profesionalnya.


German Mid-Fielder Christoph Kramer to Return to Bayer Leverkusen | Football News

4. Christoph Kramer (Jerman – 2014)

Final Piala Dunia 2014 menjadi momen paling sureal bagi Christoph Kramer. Starter dadakan menggantikan Sami Khedira, ia mengalami gegar otak setelah benturan keras dan tak mengingat apa pun dari babak pertama final melawan Argentina.

Kramer digantikan André Schürrle, yang kemudian memberi assist untuk gol kemenangan Mario Götze.

Di level klub, Kramer menghabiskan kariernya bersama Borussia Mönchengladbach—klub yang tak pernah meraih trofi sejak 1995. Ia pensiun sebagai juara dunia, dengan memori final yang bahkan tak sepenuhnya ia ingat.


Happy 32nd birthday to 2014 World Cup winner, Ron-Robert #Zieler! 🏆🇩🇪 #DieMannschaft

5. Ron-Robert Zieler (Jerman – 2014)

Ron-Robert Zieler adalah kiper pilihan ketiga Jerman di Brasil 2014. Ia tak bermain satu menit pun, selalu berada di belakang Manuel Neuer dan Roman Weidenfeller. Namun, medali juara dunia tetap sah berada di tangannya.

Karier klubnya dihabiskan bersama Hannover dan Stuttgart, sempat singgah di Manchester United dan Leicester City—tanpa mencatat satu pun penampilan kompetitif atau meraih trofi.

Kini di usia veteran, Zieler masih aktif bermain, meski peluang menambah koleksi gelar tampak semakin tipis.


Lima kisah ini menegaskan satu hal: sepak bola bukan sekadar soal konsistensi, bakat, atau jumlah trofi. Kadang, keberuntungan dan momentum datang di panggung terbesar—Piala Dunia—bahkan kepada mereka yang tak pernah merasakannya di level klub.

Mereka mungkin terlupakan dalam percakapan legenda, tetapi satu status tak akan pernah hilang dari nama mereka:
Juara Dunia.

SITUS PREDIKSI PARLAY MALAM INI

Selain prediksi parlay malam ini kita juta menyediakan termpat bermain paling aman dan terpercaya hanya di WAJIKWIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *