Portugal Didesak Cadangkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah gagal membawa Portugal meraih kemenangan pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Kongo memicu perdebatan mengenai peran sang kapten di lini depan Portugal.
Banyak pengamat mulai mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang terus menjadikan Ronaldo sebagai pilihan utama. Di saat Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane langsung tampil tajam pada laga pertama mereka, Ronaldo justru kesulitan memberikan dampak besar bagi timnya.
Pemain berusia 41 tahun itu hanya mencatatkan 25 sentuhan sepanjang pertandingan. Catatan tersebut menjadi jumlah sentuhan paling sedikit yang pernah ia bukukan saat bermain penuh dalam turnamen besar bersama Portugal.
Update Prediksi mix parlay malam ini yang kita ambil dari pasaran SBOBET situs WAJIKWIN.
Prediksi parlay malam ini di susun oleh tim ahli WAJIKWIN berdasarkan historis dan performa terkini setiap klub.
Join grup telegram @prediksiparlaywajik agar tidak ketinggalan update prediksi parlay akurat dan jitu malam ini.
Roberto Martinez Tetap Percaya kepada Ronaldo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
Portugal terus mencari gol kemenangan saat menghadapi Kongo. Namun, Roberto Martinez memilih mempertahankan Ronaldo hingga pertandingan berakhir.
Martinez menilai Portugal tetap membutuhkan kehadiran Ronaldo di area penalti. Menurutnya, pengalaman dan insting mencetak gol yang dimiliki sang kapten masih sangat penting bagi tim.
“Ketika tim membutuhkan gol, Cristiano harus berada di lapangan. Tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbaik di dunia saat kami sedang mengejar gol. Pengalamannya di kotak penalti sangat penting,” ujar Martinez.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Martinez masih menaruh kepercayaan penuh kepada Ronaldo meski performanya terus menjadi bahan perdebatan.
Thierry Henry Kritik Penampilan Ronaldo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4048536/original/033788400_1654836196-Portugal-Vs-Republik-Ceko-UEFA-Nations-League-AP-1.jpg)
Legenda Prancis Thierry Henry ikut mengomentari penampilan Ronaldo. Ia menilai mantan bintang Real Madrid itu terlalu fokus mengejar gol pribadi dibanding membantu permainan tim secara keseluruhan.
“Tim yang harus mencetak gol, bukan Anda yang harus mencetak gol,” kata Henry.
Ronaldo beberapa kali gagal memanfaatkan peluang saat melawan Kongo. Ia melepaskan dua tembakan yang melenceng meski menerima umpan matang dari Francisco Conceicao.
Selain itu, Ronaldo sempat mengambil bola yang sebenarnya mengarah kepada Bruno Fernandes. Padahal gelandang Manchester United tersebut berada dalam posisi yang lebih baik untuk mencetak gol.
Statistik juga menunjukkan penurunan produktivitas Ronaldo bersama Portugal. Ia kini telah melewati 10 pertandingan beruntun di turnamen besar tanpa mencetak gol.
Situasi Ini Mengingatkan Piala Dunia 2022
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
Perdebatan mengenai peran Ronaldo mengingatkan publik pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Fernando Santos mengambil keputusan berani dengan mencadangkan Ronaldo dalam dua pertandingan terakhir fase gugur.
Kini, Roberto Martinez memilih pendekatan berbeda. Ia tetap memberikan tempat utama kepada Ronaldo meski usia sang pemain sudah bertambah empat tahun dibanding saat tampil di Qatar.
Gelandang Kongo, Ngal’ayel Mukau, bahkan mengaku timnya tidak memberi perhatian khusus kepada Ronaldo.
“Kami tahu dia sudah tidak seperti dulu dan sekarang usianya lebih tua. Di usia sekarang dia tidak bisa lagi mengeluarkan tenaga seperti sebelumnya, tetapi saya tetap sangat menghormatinya,” ujar Mukau.
Chris Sutton Desak Martinez Lebih Berani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262254/original/017649800_1781776535-portugal_cristiano_ronaldo_vs_congo-3.jpg)
Mantan striker Liga Inggris, Chris Sutton, melontarkan kritik tajam kepada Roberto Martinez. Ia menilai sang pelatih terlalu ragu mengambil keputusan besar terhadap Ronaldo.
“Itu memalukan dari Martinez. Dia takut menggantinya. Dia bukan lagi manajernya. Permainan sudah meninggalkan Ronaldo hari ini,” kata Sutton kepada BBC.
Sutton menilai Portugal memiliki beberapa opsi yang lebih segar di lini depan. Salah satu nama yang layak mendapat kesempatan adalah Goncalo Ramos.
Striker Paris Saint-Germain tersebut menunjukkan kualitas yang cukup untuk menjadi ujung tombak utama Portugal. Kehadirannya bisa memberikan variasi serangan yang lebih dinamis dibanding mengandalkan Ronaldo sepanjang pertandingan.
Tekanan terhadap Roberto Martinez Terus Meningkat
Cristiano Ronaldo masih berpeluang besar tampil sebagai starter saat Portugal menghadapi Uzbekistan pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026.
Namun, tekanan terhadap Roberto Martinez akan semakin besar jika Ronaldo kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya. Banyak pihak mulai mendorong sang pelatih untuk melakukan perubahan demi menjaga peluang Portugal melangkah jauh di turnamen ini.
Laga melawan Uzbekistan berpotensi menjadi momen penting bagi Martinez. Keputusan yang ia ambil terkait peran Cristiano Ronaldo bisa menentukan arah perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.
Sumber: Japan Times
SITUS PREDIKSI PARLAY MALAM INI
Selain prediksi parlay malam ini kita juta menyediakan termpat bermain paling aman dan terpercaya hanya di WAJIKWIN
