Wajikwin
Pertandingan Penuh Drama dan Tensi Tinggi Di Final Piala Afrika

Penuh Drama & Tensi, Senegal Jadi Penguasa Afrika Usai Tekuk Maroko

Final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko menghadirkan drama sepak bola kelas atas yang membuat seluruh benua menahan napas. Duel dua kekuatan terbaik Afrika itu menyuguhkan ketegangan sejak menit awal, mulai dari peluang emas yang terbuang, gol yang dianulir, penalti kontroversial, hingga gol penentu di babak perpanjangan waktu.

Senegal akhirnya keluar sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah menundukkan Maroko dengan skor tipis 1-0 melalui perpanjangan waktu di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1) dini hari WIB. Hasil ini memastikan Singa Teranga berdiri di puncak sepak bola Afrika usai melewati final yang sarat emosi dan tekanan.

FBL-AFR-2025-MATCH 52-SEN-MAR

Babak Pertama Berlangsung Ketat dan Penuh Kehati-hatian

Pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi, mencerminkan status keduanya sebagai finalis. Senegal lebih dulu mengancam pada menit keenam lewat sepakan Pape Gueye. Gelandang Senegal itu memanfaatkan situasi bola mati dan melepaskan tendangan berbahaya, tetapi kiper Maroko, Yassine Bounou, tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Maroko merespons cepat. Pada menit ke-14, Ismael Saibari mendapat ruang tembak dari luar kotak penalti. Sayangnya, sepakan gelandang muda itu melenceng dari sasaran dan membuat peluang emas tuan rumah terbuang percuma.

Menjelang akhir babak pertama, Senegal kembali menebar ancaman serius melalui serangan balik cepat. Iliman Ndiaye menerima umpan silang dari sisi kanan, menggiring bola beberapa langkah, lalu berhadapan satu lawan satu dengan Bounou. Kiper berpengalaman itu kembali menunjukkan kelasnya dengan memotong bola lebih dulu dan menggagalkan peluang Ndiaye. Aksi penyelamatan tersebut menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.

TOPSHOT-FBL-AFR-2025-MATCH 52-SEN-MAR

Peluang Terbuang dan Gol yang Dianulir

Memasuki babak kedua, kedua tim tampil lebih berhati-hati. Maroko sempat membuka peluang lewat Ayoub El Kaabi setelah menerima umpan akurat dari Brahim Diaz. Meski memiliki pandangan jelas ke gawang, El Kaabi gagal memaksimalkan kesempatan karena tembakannya melenceng tipis.

Tekanan Maroko kembali meningkat setelah satu jam pertandingan berjalan. Abde Ezzalzouli menyambut umpan silang ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras. Namun, bola melambung di atas mistar, padahal posisi penyerang Real Betis itu sangat ideal untuk mencetak gol.

Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-74 ketika El Hadji Malick Diouf dan Neil El Aynaoui bertabrakan saat berebut bola udara. Kedua pemain membutuhkan perawatan medis, dan laga terhenti lebih dari tiga menit sebelum keduanya kembali melanjutkan pertandingan.

Maroko kembali menyia-nyiakan peluang pada menit ke-81. Ezzalzouli kembali mendapat kesempatan emas dari jarak dekat tanpa penjagaan, tetapi kiper Senegal, Edouard Mendy, melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Drama memuncak pada menit ketiga masa tambahan waktu. Senegal sempat mencetak gol lewat Abdoulaye Seck, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena pelanggaran dalam proses serangan. Para pemain Senegal melayangkan protes keras, sementara Maroko justru menyambut keputusan itu dengan lega. Wasit tetap bergeming, dan pertandingan pun berlanjut.

Diaz - Morocco - AFCON final

Penalti Kontroversial dan Ketegangan Memuncak

Tak lama setelah gol Senegal dianulir, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko. Brahim Diaz terjatuh di dalam kotak penalti, dan setelah melakukan tinjauan VAR, wasit mengesahkan penalti untuk Singa Atlas.

Keputusan itu memicu ketegangan hebat di stadion. Para pemain Senegal menunjukkan kemarahan dan sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Situasi tersebut membuat pertandingan tertunda lebih dari sepuluh menit sebelum Senegal akhirnya kembali ke lapangan.

Dalam momen krusial itu, Maroko mengandalkan Brahim Diaz sebagai eksekutor. Namun, Edouard Mendy tampil sebagai pahlawan. Mantan kiper Chelsea itu membaca arah bola dengan sempurna dan menggagalkan penalti Diaz, sekaligus menghidupkan kembali harapan Senegal.

FBL-AFR-2025-MATCH 52-SEN-MAR

Senegal Pastikan Gelar Lewat Gol Penentu

Setelah penalti gagal, pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Senegal tampil lebih tenang dan disiplin, sementara Maroko terlihat mulai kehilangan momentum. Tekanan Singa Teranga akhirnya membuahkan hasil melalui gol penentu yang memastikan kemenangan 1-0.

Gol tersebut mengakhiri perlawanan sengit Maroko dan menobatkan Senegal sebagai penguasa baru sepak bola Afrika. Gelar ini menjadi simbol konsistensi, mental juara, dan ketangguhan Senegal dalam menghadapi laga dengan tensi setinggi final kontinental.

Final Piala Afrika 2025 ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah turnamen, dengan Senegal keluar sebagai pemenang setelah melewati ujian fisik, mental, dan emosi yang luar biasa.

Update Prediksi mix parlay malam ini yang kita ambil dari pasaran SBOBET situs WAJIKWIN.

Prediksi parlay malam ini disusun oleh tim ahli WAJIKWIN berdasarkan historis dan performa terkini setiap klub.

Join grup telegram @prediksiparlaywajik agar tidak ketinggalan update prediksi parlay akurat dan jitu malam in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *