'Cukup sudah' - Kai Havertz membalas pernyataan Gary Lineker yang menyebut tim Jerman sebagai 'salah satu yang terlemah' menjelang laga babak gugur Piala Dunia melawan Paraguay

Havertz Balas Sindiran Lineker: Cukup Sudah, Jerman Fokus Menang

Kai Havertz memberikan respons tegas terhadap komentar legenda Inggris, Gary Lineker, yang menyebut skuad Jerman saat ini sebagai salah satu yang terlemah dalam sejarah tim nasional tersebut. Menjelang laga babak gugur Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, penyerang Arsenal itu menegaskan bahwa timnya memilih fokus pada pertandingan daripada meladeni kritik dari luar.

Pernyataan Lineker memicu perdebatan setelah ia mengungkapkan pandangannya dalam sebuah wawancara dengan media Prancis L’Equipe. Menurutnya, Jerman saat ini tidak memiliki kualitas seperti generasi-generasi sebelumnya. Bahkan, ia menilai apabila Die Mannschaft bertemu Prancis di babak berikutnya, Les Bleus akan mampu menang tanpa kesulitan berarti.

Komentar tersebut muncul setelah Jerman menutup fase grup dengan kekalahan mengejutkan 2-1 dari Ekuador. Meski tetap lolos sebagai juara Grup E, hasil tersebut memunculkan banyak pertanyaan mengenai konsistensi permainan tim asuhan Julian Nagelsmann, khususnya di sektor pertahanan.

Germany v Curacao: Group E - FIFA World Cup 2026

Havertz Tak Ambil Pusing Kritik

Dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Paraguay, Havertz mengaku tidak terlalu memperhatikan komentar yang beredar di media.

“Setiap orang berhak memiliki pendapatnya. Saya bahkan tidak menyadari komentar itu sebelumnya,” ujar Havertz.

Pemain berusia 27 tahun tersebut menegaskan bahwa kritik terhadap tim nasional Jerman sudah menjadi hal yang biasa. Menurutnya, skuad Die Mannschaft telah terbiasa menghadapi tekanan, baik dari media maupun para pengamat sepak bola.

“Kami sudah memiliki banyak pakar di negara kami sendiri. Jika orang-orang dari negara lain juga ikut mengkritik, pada titik tertentu rasanya sudah cukup. Sangat mudah mengkritik dari luar, tetapi saya benar-benar tidak peduli,” tegasnya.

Ecuador v Germany: Group E - FIFA World Cup 2026

Kritik Tak Hanya Datang dari Luar

Sorotan terhadap performa Jerman ternyata tidak hanya datang dari Lineker. Legenda sepak bola Jerman, Toni Kroos, sebelumnya juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap performa mantan timnya.

Kroos menilai Jerman masih kurang tangguh ketika menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas dan fisik tinggi. Ia menilai kelemahan tersebut terlihat jelas saat Die Mannschaft dikalahkan Ekuador pada laga terakhir fase grup.

Selain itu, performa dua bintang muda, Jamal Musiala dan Florian Wirtz, juga menjadi perhatian. Setelah tampil luar biasa dalam kemenangan besar atas Curacao, keduanya kesulitan memberikan pengaruh ketika menghadapi tekanan agresif dari Ekuador.

Germany v Cote D'Ivoire: Group E - FIFA World Cup 2026

Fokus Hadapi Paraguay

Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, Jerman kini sepenuhnya mengalihkan perhatian ke laga hidup-mati melawan Paraguay di babak gugur Piala Dunia 2026.

Kemenangan akan menjadi jawaban terbaik bagi skuad Julian Nagelsmann untuk membungkam para pengkritik sekaligus menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen. Havertz pun menegaskan bahwa seluruh pemain hanya ingin membuktikan kualitas mereka di atas lapangan, bukan melalui perang komentar di media.

Bagi Die Mannschaft, hasil pertandingan melawan Paraguay akan menjadi kesempatan untuk membalikkan opini publik dan menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.

SITUS PREDIKSI PARLAY MALAM INI

Selain prediksi parlay malam ini kita juta menyediakan termpat bermain paling aman dan terpercaya hanya diĀ WAJIKWIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *