Serge Gnabry tergeser! Dialah pemenang terbesar dari pramusim di Bayern Munchen - sebuah duo mengikuti jejak Lennart Karl

Serge Gnabry Tergeser! Tom Bischof Jadi Bintang Utama Pramusim Bayern Munchen

Pramusim selalu menjadi panggung penting bagi para pemain FC Bayern Munich. Selain menjadi persiapan menghadapi musim baru, rangkaian pertandingan uji coba juga kerap melahirkan kejutan. Pemain yang sebelumnya berada di luar rencana utama bisa tiba-tiba mencuri perhatian dan mendapatkan kesempatan besar.

Setiap tahun, selalu muncul sosok yang layak disebut sebagai “pemenang pramusim” Bayern Munchen. Namun, sejarah menunjukkan bahwa performa gemilang pada musim panas tidak selalu menjamin keberhasilan dalam jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama seperti Josip Stanisic, Marcel Sabitzer, Mathys Tel, Serge Gnabry hingga Lennart Karl pernah mendapatkan label tersebut. Pada pramusim 2026, giliran Tom Bischof yang tampil paling menonjol.

2021: Stanisic mulai mencuri perhatian

Pada musim panas 2021, sejumlah pemain utama Bayern masih menjalani masa liburan setelah tampil di turnamen internasional. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di bawah pelatih baru, Julian Nagelsmann.

Dua nama yang paling menonjol saat itu adalah Josip Stanisic dan Tanguy Nianzou.

Stanisic, yang merupakan produk akademi Bayern, masih berusia 21 tahun ketika itu. Ia sebelumnya telah menjalani debut bersama tim utama dan mendapat keuntungan dari cedera Benjamin Pavard.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya dengan baik. Stanisic bahkan tampil sebagai starter pada pertandingan pembuka Bundesliga melawan Borussia Mönchengladbach.

Namun, setelah Pavard kembali fit, posisi utama kembali menjadi miliknya. Stanisic kemudian lebih banyak berperan sebagai pemain rotasi sebelum akhirnya kembali ke Bayern pada musim 2023/24 dengan status yang jauh lebih kuat setelah menjalani masa peminjaman di Bayer Leverkusen.

Nianzou juga tampil menjanjikan. Bek Prancis tersebut sebelumnya datang dari Paris Saint-Germain sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan.

Sayangnya, performa apik di pramusim tidak berlanjut secara konsisten. Setelah beberapa musim yang terganggu cedera dan minim kesempatan, Nianzou akhirnya meninggalkan Bayern dan melanjutkan kariernya di Spanyol.

imago-sport-1022614015.jpg

2022: Sabitzer dan Gravenberch hanya bersinar sesaat

Pramusim 2022 menjadi panggung bagi Marcel Sabitzer.

Gelandang asal Austria itu sebelumnya menjalani musim pertama yang mengecewakan bersama Bayern. Bahkan, namanya sempat dikaitkan dengan kemungkinan meninggalkan klub.

Namun, cedera Leon Goretzka membuka peluang baginya.

Sabitzer tampil impresif sepanjang pramusim hingga Julian Nagelsmann sendiri menyebutnya sebagai salah satu “pemenang pramusim”. Sayangnya, kebangkitan tersebut tidak berlangsung lama.

Ia kembali kehilangan tempat di lini tengah, sebelum dipinjamkan ke Manchester United pada Januari 2023. Setelah itu, Sabitzer meninggalkan Bayern secara permanen dan bergabung dengan Borussia Dortmund.

Pada periode yang sama, Ryan Gravenberch juga tampil menjanjikan. Pemain Belanda yang saat itu masih berusia 19 tahun tersebut memperlihatkan kualitasnya setelah mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

Namun, persaingan di lini tengah Bayern sangat ketat. Gravenberch akhirnya memilih mencari tantangan baru dan pindah ke Liverpool setelah hanya satu musim di Munchen.

imago-sport-1058480540.jpg

2023: Mathys Tel dan Konrad Laimer tampil menonjol

Musim panas 2023 memiliki cerita berbeda.

Bayern sedang sibuk mengejar Harry Kane sekaligus mencari gelandang bertahan yang sesuai dengan keinginan Thomas Tuchel. Di tengah dua saga tersebut, Mathys Tel dan Konrad Laimer justru mencuri perhatian.

Tel, yang baru berusia 18 tahun, mendapatkan banyak kesempatan karena Kane belum datang dan Eric Maxim Choupo-Moting mengalami masalah kebugaran.

Penyerang Prancis itu tampil tajam dan menjadi salah satu pemain paling menonjol selama pramusim.

Namun, kedatangan Kane mengubah situasi. Tel kembali menjadi pemain pelapis, meski kemudian berkembang menjadi salah satu pemain pengganti paling berbahaya Bayern.

Sementara itu, Laimer datang dengan status bebas transfer. Meski Tuchel sangat menginginkan gelandang bertahan baru, pemain Austria tersebut justru membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi solusi.

Laimer kemudian memainkan peran penting sebagai gelandang maupun bek sayap, menunjukkan fleksibilitas yang membuatnya tetap berguna bagi tim.

Pada musim panas yang sama, Frans Krätzig juga mencuri perhatian. Pemain muda Bayern tersebut bahkan mencetak gol indah dalam pertandingan melawan Liverpool.

Namun, terobosan permanen tidak pernah benar-benar datang. Setelah menjalani beberapa masa peminjaman, Krätzig kini melanjutkan kariernya di RB Salzburg.

imago-sport-1062120324.jpg

2024: Gnabry kembali menemukan momentumnya

Pada 2024, giliran Serge Gnabry yang muncul sebagai salah satu pemenang pramusim.

Musim sebelumnya berjalan sulit bagi pemain Jerman tersebut karena berbagai masalah cedera. Bahkan, ia harus melewatkan Euro 2024.

Namun, ketika pramusim dimulai, Gnabry terlihat berada dalam kondisi fisik yang jauh lebih baik. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali menunjukkan kualitasnya.

Kedatangan Vincent Kompany sebagai pelatih baru juga memberikan angin segar.

Kompany mempercayainya dan menjadikan Gnabry bagian penting dari rencana awal Bayern. Isu mengenai kemungkinan kepergiannya pun perlahan menghilang.

Joshua Kimmich juga menjadi salah satu pemenang pramusim 2024. Setelah sempat dianggap sebagai pemain yang bisa dijual pada era Thomas Tuchel, Kimmich kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari Kompany.

Namun, bagi Gnabry, cerita tersebut belum selesai.

imago-sport-1078439362.jpg

2025: Gnabry kembali, Lennart Karl mulai bersinar

Setahun kemudian, Gnabry kembali menjadi salah satu pemain paling menonjol di pramusim Bayern.

Kondisi skuad memberikan peluang besar kepadanya. Jamal Musiala harus absen panjang akibat cedera, sementara Thomas Müller tidak mendapatkan kontrak baru.

Situasi tersebut membuat Gnabry mendapatkan posisi yang lebih aman dalam skuad.

Sayangnya, ia kemudian mengalami cedera aduktor pada musim semi 2026 yang menghambat perkembangannya.

Di sisi lain, pramusim 2025 juga menjadi momen penting bagi Lennart Karl.

Pemain yang masih berusia 17 tahun tersebut bermain tanpa beban dan mulai menunjukkan mengapa Bayern begitu percaya terhadap potensinya.

Stanisic juga kembali menjadi salah satu pemain yang bersinar. Untuk kedua kalinya setelah 2021, ia berhasil memanfaatkan pramusim untuk memperkuat posisinya di tim utama.

2026: Tom Bischof memimpin generasi baru

Kini, pada musim panas 2026, Tom Bischof menjadi kandidat kuat sebagai pemenang pramusim terbesar Bayern.

Gelandang berusia 21 tahun itu menjadi salah satu pemain senior yang menjalani persiapan lebih awal. Ketika sebagian besar pemain utama Bayern masih berlibur setelah Piala Dunia atau mengalami cedera, Bischof sudah berada dalam kondisi siap bertanding.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkannya.

Bischof tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten dan kini bahkan disebut-sebut berpotensi menantang Aleksandar Pavlovic untuk mendapatkan tempat utama di lini tengah.

Menariknya, persaingan tersebut terjadi antara dua pemain muda yang memiliki hubungan dekat.

Namun, bukan hanya Bischof yang membuat Bayern tersenyum.

Dari kelompok pemain muda, Bastian Assomo juga mencuri perhatian. Penyerang berusia 16 tahun itu mencetak dua gol dalam empat pertandingan uji coba.

Selain itu, winger kiri Maycon Cardozo juga menunjukkan kemampuan yang menarik perhatian selama pramusim.

Bayern kini memiliki generasi muda yang mulai berani mengetuk pintu tim utama.

Pertanyaannya, apakah salah satu dari Assomo atau Cardozo mampu mengikuti jejak Lennart Karl dan menjadikan pramusim sebagai awal dari terobosan besar?

imago-sport-1080761644.jpg

Dari Gnabry ke Bischof

Dalam beberapa tahun terakhir, pramusim Bayern selalu melahirkan cerita menarik.

Ada pemain yang menggunakan momentum tersebut untuk membangun karier, seperti Stanisic dan Laimer. Ada pula yang hanya menikmati sorotan sesaat seperti Sabitzer dan Gravenberch.

Gnabry bahkan berhasil menjadi “pemenang pramusim” dalam dua tahun beruntun, tetapi cedera kemudian menghambat langkahnya.

Kini, mahkota tersebut tampaknya berpindah tangan.

Tom Bischof menjadi kandidat terkuat pemenang pramusim Bayern Munchen 2026, sementara Assomo dan Cardozo berusaha mengikuti jejak Karl sebagai generasi muda berikutnya yang mampu membuat kejutan.

Bayern masih memiliki pertandingan uji coba melawan RB Leipzig dan 1. FC Heidenheim sebelum menghadapi pertandingan resmi pertama musim ini, yaitu Supercup melawan Borussia Dortmund pada 22 Agustus.

Dan mungkin saja, sebelum musim benar-benar dimulai, masih akan muncul satu nama baru yang mencuri perhatian.

SITUS PREDIKSI PARLAY MALAM INI

Selain prediksi parlay malam ini kita juta menyediakan termpat bermain paling aman dan terpercaya hanya di WAJIKWIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *