Gary Neville: Hanya Jude Bellingham yang Tampil Sesuai Ekspektasi Inggris
Timnas Inggris memang berhasil melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup L. Namun, pencapaian tersebut belum mampu memuaskan mantan bek dan kapten Inggris, Gary Neville, yang menilai performa The Three Lions masih jauh dari kata meyakinkan.
Menurut Neville, hanya Jude Bellingham yang tampil sesuai ekspektasi sepanjang fase grup. Ia menilai gelandang berusia 22 tahun itu menjadi satu-satunya pemain Inggris yang menunjukkan performa terbaiknya saat ini.

Bellingham Jadi Titik Terang Inggris
Inggris memastikan tiket ke fase gugur setelah mengalahkan Panama national football team dengan skor 2-0. Gol dari Bellingham dan Harry Kane membawa pasukan Thomas Tuchel finis di puncak klasemen Grup L.
Meski meraih kemenangan, penampilan Inggris tetap menuai kritik. Neville menilai permainan tim belum menunjukkan kualitas yang diharapkan dari salah satu kandidat juara dunia.
“Bellingham adalah satu-satunya pemain yang terlihat sedang berada dalam performa terbaiknya. Dia terlihat segar, tajam, lincah, dan bermain sesuai ekspektasi,” ujar Neville.

Neville Soroti Lini Pertahanan
Selain menyoroti performa individu, Neville juga mengkritik organisasi permainan Inggris, terutama di sektor pertahanan. Ia menilai absennya Declan Rice sangat terasa saat menghadapi Panama.
Menurutnya, Panama beberapa kali mampu menembus lini belakang Inggris dengan relatif mudah. Beruntung bagi Inggris, lawan mereka gagal memanfaatkan peluang yang tercipta.
Neville menegaskan bahwa tim-tim yang lebih kuat di fase gugur tidak akan memberikan toleransi yang sama. Karena itu, ia mendesak Tuchel untuk segera memperbaiki keseimbangan tim sebelum pertandingan berikutnya.
“Kami harus mengembalikan Declan Rice ke tim dan membuat pertahanan lebih solid. Tim-tim besar akan menghukum kesalahan seperti itu,” tambahnya.
Ekspektasi Tinggi Jadi Beban Inggris
Neville juga menilai kesuksesan Inggris dalam beberapa turnamen terakhir telah menciptakan standar yang sangat tinggi. Setelah mencapai semifinal dan final di berbagai kompetisi besar, publik kini menuntut lebih dari sekadar lolos dari fase grup.
Ia bahkan menyebut situasi saat ini sebagai salah satu momen paling unik dalam sejarah tim nasional Inggris, di mana banyak pihak tetap merasa kecewa meski tim berhasil finis sebagai juara grup.
“Para pemain ini telah menetapkan standar yang begitu tinggi. Kami ingin melihat lebih banyak dari mereka, dan saat ini level itu belum terlihat secara konsisten,” kata Neville.

Ian Wright Bela Kepercayaan Diri Bellingham
Di tengah pujian untuk Bellingham, muncul pula perdebatan mengenai sikap dan kepercayaan diri sang gelandang. Beberapa pengamat menilai karakter Bellingham terkesan arogan, namun legenda Arsenal FC, Ian Wright, memiliki pandangan berbeda.
Wright menilai rasa percaya diri tinggi yang dimiliki Bellingham justru menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tampil istimewa di level internasional.
Menurut Wright, Bellingham selalu menunjukkan mentalitas yang sama, terlepas dari siapa lawan yang dihadapi. Ia melihat sang pemain selalu berusaha menjadi motor permainan dan siap memikul tanggung jawab besar untuk timnya.
Fokus ke Babak Gugur
Kini Inggris akan menghadapi DR Congo national football team pada babak 32 besar. Meski berhasil menyapu fase grup tanpa hambatan berarti, kritik terhadap performa tim masih terus berdatangan.
Jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026, Inggris harus segera menemukan performa terbaik mereka. Untuk saat ini, Jude Bellingham menjadi sosok yang paling konsisten dan harapan terbesar bagi Three Lions dalam perburuan gelar juara dunia.
SITUS PREDIKSI PARLAY MALAM INI
Selain prediksi parlay malam ini kita juta menyediakan termpat bermain paling aman dan terpercaya hanya di WAJIKWIN
